Menu

Mode Gelap
 

Berita · 23 Oct 2023 04:40 WITA

PT NIS Hanya Janji Manis: Tak Kunjung Beroperasi Usai Peletakan Batu Pertama


 PT Nusantara Industri Sejati (NIS) dianggap hanya memberikan janji manis kepada masyarakat dan pemerintah Kecamatan Motui, Kabupaten Konawe Utara (Konut). Pasalnya, usai peletakan batu pertama yang dilakukan Wakil Presiden Ma'ruf Amin, pada Mei 2022 lalu, namun PT NIS tak kunjung melanjutkan pembangunannya. (Foto: Karikatur Disway Sultra) Perbesar

PT Nusantara Industri Sejati (NIS) dianggap hanya memberikan janji manis kepada masyarakat dan pemerintah Kecamatan Motui, Kabupaten Konawe Utara (Konut). Pasalnya, usai peletakan batu pertama yang dilakukan Wakil Presiden Ma'ruf Amin, pada Mei 2022 lalu, namun PT NIS tak kunjung melanjutkan pembangunannya. (Foto: Karikatur Disway Sultra)

DISWAYSULTRA.COM, KONUT – Proyek Strategis Nasional (PSN) pembangunan Kawasan Industri Terpadu Motui oleh PT Nusantara Industri Sejati (NIS) masih sekedar umbar janji.

PT NIS sendiri merupakan pemilik kawasan industri, yang kabarnya bakal menjadi lokasi pabrik pembuatan baterai. Masyarakat setempat pun hingga kini masih bertanya-tanya terkait progres dan kelanjutan proyek, yang peletakkan batu pertamanya dilakukan langsung oleh Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin ini, pada Kamis (19/5/2022) lalu,

Alih-alih mulai melakukan pembangunan, progres penerbitan dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) saja belum jelas, dan bahkan terkesan tidak transparan.

Kepala Desa (Kades) Poni-Poniki, Kecamatan Motui, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Muh Arifuddin mengaku PT NIS tidak transparan soal Amdal.

Padahal, amdal tersebut telah disetujui setelah melalui berbagai proses kajian, diskusi terbuka bahkan sidang persetujuan. Tetapi pemerintah Desa Poni-Poniki tak tahu detil amdal kawasan industri PT NIS.

Arif–sapaan akrabnya mengatakan, pihaknya kebingungan dengan rencana pembangunan industri yang akan dilakukan PT NIS.

“Poni-Poniki apa yang mau dibikin, Matandahi apa yang mau dibikin, supaya pemerintah desa bisa berpikir apa dampak lingkungannya, bisa kami antisipasi, berpikir. Misalnya debunya atau apa. Ini yang kami pertanyakan,” ujar Arif.

Pihaknya pun meminta agar PT NIS membuka amdal dan rencana pembangunan yang akan dilakukan.

“Poni-Poniki itu masuk di wilayah pembangunannya PT NIS, tapi yang mau dibangun sebagai kepala desa saya tidak tahu. Apa yang dilakukan saya juga tidak tahu,” tegasnya.

Tak hanya itu, masyarakat juga belum mendapatkan manfaat hadirnya kawasan industri, yang groundbreaking-nya dilakukan langsung Wapre Ma’ruf Amin ini.

“Manfaat yang dirasakan untuk warga Desa Poni-Poniki ini belum ada ya, karena sampai saat ini, di untuk PT NIS belum ada aktivitas,” imbuh Arif.

Selain belum memberikan manfaat untuk masyarakat, kehadiran PT NIS justru menghambat jalannya usaha yang sudah dahulu ada di kawasan tersebut. Termasuk pengurusan izin-izin yang belakangan harus melalui persetujuan PT NIS.

Celakanya lagi, PT NIS justru mengklaim bakal memonopoli seluruh izin lingkungan perusahaan, yang masuk di kawasan PSN yang dikelola mereka.

Perwakilan PT NIS Adi Setiadip mengatakan, seluruh perusahaan pemilik IUP terdahulu dan masih beroperasi di kawasan PSN, maka harus terlebih dahulu dengan Tim Lingkungan PT NIS.

“Jadi ketika nanti IUP-IUP yang sudah ada lebih dulu di situ ingin aktif kembali, bisa berkoordinasi dengan tim lingkungan PT NIS untuk dibuatkan dokumen lingkungannya,” ucapnya saat dihubungi, pada Sabtu 21 Oktober 2023.

Nantinya, perusahaan tersebut tidak lagi mengurus persetujuan analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL), tetapi hanya rencana pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup (RKL-RPL) rinci.

Sejauh ini, PT NIS belum memulai pembangunan setelah lebih dari setahun melakukan peletakan batu pertama, pada 19 Mei 2022 lalu. Kini, PT NIS tengah melakukan proses pembebasan lahan masyarakat di 14 desa dan 1 kelurahan di Kecamatan Motui.(*)

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Masyarakat Mubar Tumpah Ruah Hadiri Halal Bi Halal La Ode Darwin

1 May 2024 - 20:47 WITA

Yudhi Kembalikan Formulir Pendaftaran Balon Wali Kota Kendari di 3 Parpol

24 April 2024 - 22:18 WITA

PDIP Beri Sinyal Dukung La Ode Darwin di Pilkada Muna Barat

17 April 2024 - 21:06 WITA

Masyarakat Gotong Royong Dirikan 70 Posko Pemenangan La Ode Darwin di Mubar

3 April 2024 - 20:01 WITA

La Ode Darwin Panen Padi Bersama Kelompok Tani

3 April 2024 - 19:44 WITA

Tegaskan Eksistensi, Pengusaha Rental Mobil Sultra Lakukan Konvoi ‘Sahur On The Road’ Sambangi Pesantren dan Kaum Dhuafa

1 April 2024 - 13:59 WITA

Trending di Berita