Menu

Mode Gelap
 

Berita · 30 Oct 2023 12:32 WITA

Pengendalian Inflasi Jadi Masalah Prioritas Pemprov Sultra


 Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Asrun Lio. (Foto: Istimewa) Perbesar

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Asrun Lio. (Foto: Istimewa)

DISWAYSULTRA.COM, KENDARI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) menjadikan pengendalian inflasi sebagai isu prioritas, ditengah status tanggap darurat badai El Nino.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sultra, Asrun Lio menyebut, pengendalian inflasi sebagai isu prioritas. Pihaknya secara intens melakukan rapat koordinasi hingga evaluasi bersama para pihak terkait.

“Kenaikan inflasi ini selain dirasakan dampaknya baik itu melalui adanya kenaikan harga beberapa komoditas hingga kelangkaan jumlah, juga diungkapkan secara nyata oleh pemerintah,” terang Asrun Lio.

Asrun Lio yang juga Ketua Harian Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sultra menuturkan, inflasi yang terjadi saat ini juga tidak lepas dari kondisi cuaca ekstrem yakni adanya musim kemarau berkepanjangan.

Menurutnya, untuk merespon kondisi bencana cuaca tersebut Pemprov Sultra telah menetapkan status tanggap darurat terhadap badai El Nino, di Sembilan wilayah se Sultra.

Ia juga menuturkan, inflasi di Sultra berada pada peringkat dua nasional sebesar 3,46 persen. Namun, angka inflasi September ini masih berada di range 3 + 1 persen dan jauh di bawah inflasi Desember 2022 sebesar 7,39 persen.

“Perlu dipahami juga, meskipun Sultra merupakan urutan kedua inflasi tertinggi di Indonesia, namun statusnya masih moderat atau terkendali,” kata Jenderal ASN Provinsi Sultra ini.

Lulusan S3 The Australian National University of Canberra menjelaskan, komoditas penyumbang inflasi yakni beras, cabai merah, bawang merah, termasuk ikan-ikanan dan tangkapan hasil laut lainnya.

Sebab, lanjutnya, meskipun ikan melimpah namun terkendala pada produksi es akibat pemadaman listrik bergilir karena kemampuan pembangkit listrik berdampak berkurangnya debit air pada aliran sungai.

Sementara itu, untuk masalah kelangkaan dan kenaikan harga gas kenaikan harga elpiji di Sultra disebabkan terlambatnya perpanjangan perizinkan SPBE Kolaka serta SPBE Konawe.

“SPBE Konawe yang mengalami kebakaran sehingga sangat mempengaruhi pasokan gas Liquefied Petroleum Gas (LPG) tabung 3 Kg di wilayah kita,” ucap Mantan Kadis Dikbud Sultra ini.

Dijelaskannya, terkait adanya kelangkaan gas elpiji 3 Kg, pihaknya telah menyampaikan kepada PT Pertamina (persero) untuk segera melakukan upaya strategis dalam mengatasi kondisi dimaksud.

Salah satu upaya yang akan diambil yakni, melakukan pengalihan supply dari SPBE lainnya dan melakukan monitoring di sejumlah pangkalan di Kota Kendari, serta melakukan operasi pasar.

“Sehingga diharapkan beberapa hari kedepan, distribusi elpiji 3 Kg di Kota Kendari dan beberapa daerah kabupaten lainnya, telah kembali normal,” ujar Asrun Lio.(*)

Artikel ini telah dibaca 17 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Masyarakat Mubar Tumpah Ruah Hadiri Halal Bi Halal La Ode Darwin

1 May 2024 - 20:47 WITA

Yudhi Kembalikan Formulir Pendaftaran Balon Wali Kota Kendari di 3 Parpol

24 April 2024 - 22:18 WITA

PDIP Beri Sinyal Dukung La Ode Darwin di Pilkada Muna Barat

17 April 2024 - 21:06 WITA

La Ode Darwin Panen Padi Bersama Kelompok Tani

3 April 2024 - 19:44 WITA

Tegaskan Eksistensi, Pengusaha Rental Mobil Sultra Lakukan Konvoi ‘Sahur On The Road’ Sambangi Pesantren dan Kaum Dhuafa

1 April 2024 - 13:59 WITA

La Ode Darwin Sponsori Gebyar Ramadan Dua Kecamatan di Mubar

31 March 2024 - 20:46 WITA

Trending di Berita