Menu

Mode Gelap
 

Daerah · 20 Oct 2023 09:18 WITA

Pemkot Kendari Ultimatum Pedagang di Sepanjang Jalan Tapak Kuda: Segera Angkat Kaki


 Kadis PUPR Kendari, Erlis Sadya Kencana. (Foto: Riswan) Perbesar

Kadis PUPR Kendari, Erlis Sadya Kencana. (Foto: Riswan)

DISWAYSULTRA.COM, KENDARI – Pemkot Kendari mengultimatum seluruh pedagang di Jalan Tapak Kuda, Kelurahan Korumba, Kecamatan Mandonga, Kota Kendari untuk segera angkat kaki meninggalkan lokasi berjualan itu.

Ultimatum ini dikeluarkan Pemkot Kendari menjelang penertiban di kawasan tersebut sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH), sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Kendari.

Ratusan pedagang yang berjualan di sepanjang sisi kanan dan kiri Jalan Tapak Kuda atau mulai dari SPBU hingga Jembatan Thrifting ini diminta meninggalkan lokasi karena dianggap melanggar RTRW.

Kepala Dinas PUPR Kota Kendari, Erlis Sadya Kencana mengatakan, pihaknya telah melayangkan surat peringatan kepada para pedagang agar segera membongkar sendiri lapaknya, lalu meninggalkan lokasi.

“Sekarang tahap penyuratan ketiga. Kita sudah menyampaikan surat ketiga kepada pedagang mulai dari pom bensin (SPBU Tapak Kuda) ke arah jembatan (Thrifting) terus dari arah segitiga Tapak Kuda,” Kata Erlis. Kamis 19 Oktober 2023.

Meskipun mendapatkan penolakan dari sejumlah pedagang yang bermukim di area tersebut, pihaknya memastikan penegakan Peraturan Daerah (Perda) nomor 1 Tahun 2021 tetap dilaksanakan.

“Mereka harus membongkar sendiri kalau tidak ada izin dan menyesuaikan sempadannya, menyesuaikan pola ruangnya apakah sudah sesuai dengan perdagangan barang dan jasa,” ujarnya.

Menurutnya, jika pedagang di area tersebut bersikukuh tak ingin meninggalkan lokasi, maka pihaknya akan melaksanakan amanat undang-undang yakni melaksanakan pemutusan fasilitas umum.

Pemutusan fasilitas umum akan dilakukan diantaranya, seperti pemutusan aliran listrik, jaringan air, telekomunikasi, akses persampahan dan layanan publik lainnya di kawasan tersebut.

“Kita harus taat hukum, harus taat aturan, siapa yang mengikuti hukum kalau bulan kita sendiri agar kita tertib hukum, agar masyarakatnya maju dan sejahtera. Kalau alasan berdagang di kawasan tersebut untuk mencari nafkah, maka harus dilakukan ditempat yang benar tempatnya,” pungkasnya. (*)

Reporter: Riswan

Artikel ini telah dibaca 88 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

La Ode Darwin Panen Padi Bersama Kelompok Tani

3 April 2024 - 19:44 WITA

La Ode Darwin Sponsori Gebyar Ramadan Dua Kecamatan di Mubar

31 March 2024 - 20:46 WITA

Seorang Lansia Hilang di Hutan Konsel

20 February 2024 - 15:15 WITA

Tim Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Basarnas Kendari masih melakukan pencarian secara intensif atas hilangnya Supriadi (87), warga Desa Sumber Sari, Kecamatan Moramo, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara.

Darwin Optimis Pertanian Maju Melalui “Petani Keren”

14 December 2023 - 15:48 WITA

Petani yang tergabung dalam Gabungan Tunas Tani Muna Barat

UPTD BPSBPH Sultra lakukan Pengujian Sertifikasi Benih Tanaman Kopi Robusta

21 November 2023 - 08:30 WITA

Kunjungan Agrowisata SDIT Insan Mandiri Kendari Jelang Gebyar Agrostandar

21 November 2023 - 08:26 WITA

Trending di Berita